Jumat, 29 Juni 2012
Dibalik Derita Sakit
Mengapa sakit adalah sebuah anugerah?``
Berikut adalah rahasia diblalik sebuah penyakit yang kita derita dan menjadikannya sebuah anugerah tak terkira dari sang pencipta :
**Penggugur Dosa
Sakit, dengan segala kesusahan yang kita hadapi, rasa sakit yang kita rasakan, dan berbagai permasalahan yang timbul karenanya, adalah untuk mengurangi dosa-dosa kita. Ingatlah, setiap kesusahan yang kita rasakan, adalah media penghapus dosa-dosa, tak terkecuali sakit.
Seperti riwayat hadits dari Imam al Bukhari yang meriwayatkan dari Abu Hurairah R.a. bahwa Nabi SAW bersabda: ”Tidak ada penyakit, kesedihan dan bahaya yang menimpa seorang mukmin hinggga duri yang menusuknya melain-kan Allah akan mengampuni kesalahan-kesalahannya dengan semua itu”.
Dalam hadits lain beliau bersabda: “Cobaan senantiasa akan menimpa seorang mukmin, keluarga, harta dan anaknya hingga dia bertemu dengan Allah dalam keadaan tidak mempunyai dosa”.
Sebagian ulama salaf berkata, “Kalau bukan karena musibah-musibah yang kita alami di dunia, niscaya kita akan datang di hari kiamat dalam keadaan pailit”. Jadi, karena dihapusnya dosa-dosa kita, maka akan membuat jiwa kembali jernih (ya meskipun setidaknya sedikit, hehe.. :D ).
Melalui suatu kesusahan, kepayahan dan berbagai kesulitan lain ketika sakit, selain menghapuskan dosa, kita juga diberi pahala, sebab itu merupakan balasan dari sakit yang kita derita.
At Tirmidzi meriwayatkan dari Jabir secara marfu’, bahwa Rasulullah SAW bersabda: ”Manusia pada hari kiamat menginginkan kulitnya dicabik-cabik ketika di dunia karena iri melihat pahala orang-orang yang tertimpa cobaan”.
Tapi dengan rasa kasih sayangNya yang begitu besar terhadap hamba-hambaNya, maka Allah memberikan maaf kepada sebagian besar kita.
Salah satunya adalah dengan cara sakit itu, maka dikurangilah dosa-dosa kita, dimaafkan kesalahan kita, dan diberi pahala pula (kurang apa coba?? Ckckckckckc,,,), subhanallah…
Sabtu, 28 April 2012
3 Pintu Kebijaksanaan
Seorang Raja, mempunyai anak tunggal yg pemberani, trampil dan pintar. Untuk menyempurnakan pengetahuannya, ia mengirimnya kepada seorang pertapa bijaksana."Berikanlah pencerahan padaku tentang Jalan Hidupku"
Sang Pangeran meminta."Kata-kataku akan memudar laksana jejak kakimu di atas pasir", ujar Pertapa.
"Saya akan berikan petunjuk padamu, di Jalan Hidupmu engkau akan menemui 3 pintu. Bacalah kata-kata yang tertulis di setiap pintu dan ikuti kata hatimu.Sekarang pergilah sang Pertapa menghilang dan Pangeran melanjutkan perjalanannya. Segera ia menemukan sebuah pintu besar yang di atasnya tertulis kata "UBAHLAH DUNIA"
"Ini memang yang kuinginkan" pikir sang Pangeran.
"Karena di dunia ini ada hal-hal yang aku sukai dan ada pula hal-hal yang tak kusukai".
"Saya akan berikan petunjuk padamu, di Jalan Hidupmu engkau akan menemui 3 pintu. Bacalah kata-kata yang tertulis di setiap pintu dan ikuti kata hatimu.Sekarang pergilah sang Pertapa menghilang dan Pangeran melanjutkan perjalanannya. Segera ia menemukan sebuah pintu besar yang di atasnya tertulis kata "UBAHLAH DUNIA"
"Ini memang yang kuinginkan" pikir sang Pangeran.
"Karena di dunia ini ada hal-hal yang aku sukai dan ada pula hal-hal yang tak kusukai".
Aku akan mengubahnya agar sesuai keinginanku". Maka mulailah ia memulai pertarungannya yang pertama, yaitu mengubah dunia. Ambisi, cita-cita dan kekuatannya membantunya dalam usaha menaklukkan dunia agar sesuai hasratnya. Ia mendapatkan banyak kesenangan dalam usahanya tetapi hatinya tidak merasa damai. Walau sebagian berhasil diubahnya tetapi sebagian lainnya menentangnya.
Tahun demi tahun berlalu. Suatu hari, ia bertemu sang Pertapa kembali."Apa yang engkau pelajari dari Jalanmu ?" Tanya sang Pertapa
"Aku belajar bagaimana membedakan apa yang dapat kulakukan dengan kekuatanku dan apa yang di luar kemampuanku, apa yang tergantung padaku dan apa yang tidak tergantung padaku" jawab Pangeran
"Bagus! Gunakan kekuatanmu sesuai kemampuanmu.
"Aku belajar bagaimana membedakan apa yang dapat kulakukan dengan kekuatanku dan apa yang di luar kemampuanku, apa yang tergantung padaku dan apa yang tidak tergantung padaku" jawab Pangeran
"Bagus! Gunakan kekuatanmu sesuai kemampuanmu.
Lupakan apa yang diluar kekuatanmu, apa yang engkau tak sanggup mengubahnya" dan sang Pertapa menghilang.Tak lama kemudian, sang Pangeran tiba di Pintu kedua yang bertuliskan "UBAHLAH SESAMAMU"
"Ini memang keinginanku" pikirnya.
"Orang-orang di sekitarku adalah sumber kesenangan, kebahagiaan, tetapi mereka juga yang mendatangkan derita, kepahitan dan frustrasi"
"Ini memang keinginanku" pikirnya.
"Orang-orang di sekitarku adalah sumber kesenangan, kebahagiaan, tetapi mereka juga yang mendatangkan derita, kepahitan dan frustrasi"
Dan kemudian ia mencoba mengubah semua orang yang tak disukainya. Ia mencoba mengubah karakter mereka dan menghilangkan kelemahan mereka. Ini menjadi pertarungannya yang kedua.Tahun demi tahun berlalu, kembali ia bertemu sang Pertapa."Apa yang engkau pelajari kali ini?"
"Saya belajar, bahwa mereka bukanlah sumber dari kegembiraan atau kedukaanku, keberhasilan atau kegagalanku. Mereka hanya memberikan kesempatan agar hal-hal tersebut dapat muncul. Sebenarnya di dalam dirikulah segala hal tersebut berakar"
"Engkau benar" Kata sang Pertapa.
"Apa yang mereka bangkitkan dari dirimu, sebenarnya mereka mengenalkan engkau pada dirimu sendiri. Bersyukurlah pada mereka yang telah membuatmu senang dan bahagia juga bersyukur pula pada mereka yang menyebabkan derita dan frustrasi.Karena melalui mereka lah, Kehidupan mengajarkanmu apa yang perlu engkau kuasai dan jalan apa yang harus kau tempuh", kembali sang Pertapa menghilang.
Kini Pangeran sampai ke pintu ketiga "UBAHLAH DIRIMU"
"Jika memang diriku sendiri lah sumber dari segala problemku, memang disanalah aku harus mengubahnya".
"Saya belajar, bahwa mereka bukanlah sumber dari kegembiraan atau kedukaanku, keberhasilan atau kegagalanku. Mereka hanya memberikan kesempatan agar hal-hal tersebut dapat muncul. Sebenarnya di dalam dirikulah segala hal tersebut berakar"
"Engkau benar" Kata sang Pertapa.
"Apa yang mereka bangkitkan dari dirimu, sebenarnya mereka mengenalkan engkau pada dirimu sendiri. Bersyukurlah pada mereka yang telah membuatmu senang dan bahagia juga bersyukur pula pada mereka yang menyebabkan derita dan frustrasi.Karena melalui mereka lah, Kehidupan mengajarkanmu apa yang perlu engkau kuasai dan jalan apa yang harus kau tempuh", kembali sang Pertapa menghilang.
Kini Pangeran sampai ke pintu ketiga "UBAHLAH DIRIMU"
"Jika memang diriku sendiri lah sumber dari segala problemku, memang disanalah aku harus mengubahnya".
Ia berkata pada dirinya sendiri.Dan ia memulai pertarungannya yang ketiga. Ia mencoba mengubah karakternya sendiri, melawan ketidak sempurnaannya, menghilangkan kelemahannya, mengubah segala hal yg tak ia sukai dari dirinya, yang tak sesuai dengan gambaran ideal.Setelah beberapa tahun berusaha, dimana sebagian ia berhasil dan sebagian lagi gagal dan ada hambatan, Pangeran bertemu sang Pertapa kembali."Kini apa yang engkau pelajari ?"
"Aku belajar bahwa ada hal-hal di dalam diriku yang bisa ditingkatkan dan ada yang tidak bisa saya ubah"
"Itu bagus" ujar sang pertapa.
"Ya" lanjut Pangeran, "tapi saya mulai lelah untuk bertarung melawan dunia, melawan setiap orang dan melawan diri sendiri. Tidakkah ada akhir dari semuai ini ? Kapan saya bisa tenang ? Saya ingin berhenti bertarung, ingin menyerah, ingin meninggalkan semua ini !"
"Itu adalah pelajaranmu berikutnya" ujar Pertapa. Tapi sebelum itu, balikkan punggungmu dan lihatlah Jalan yang telah engkau tempuh". Dan ia pun menghilang.
"Aku belajar bahwa ada hal-hal di dalam diriku yang bisa ditingkatkan dan ada yang tidak bisa saya ubah"
"Itu bagus" ujar sang pertapa.
"Ya" lanjut Pangeran, "tapi saya mulai lelah untuk bertarung melawan dunia, melawan setiap orang dan melawan diri sendiri. Tidakkah ada akhir dari semuai ini ? Kapan saya bisa tenang ? Saya ingin berhenti bertarung, ingin menyerah, ingin meninggalkan semua ini !"
"Itu adalah pelajaranmu berikutnya" ujar Pertapa. Tapi sebelum itu, balikkan punggungmu dan lihatlah Jalan yang telah engkau tempuh". Dan ia pun menghilang.
Ketika melihat ke belakang, ia memandang Pintu Ketiga dari kejauhan dan melihat adanya tulisan di bagian belakangnya yang berbunyi "TERIMALAH DIRIMU". Pangeran terkejut karena tidak melihat tulisan ini ketika melalui pintu tsb.
"Ketika seorang mulai bertarung, maka ia mulai menjadi buta" katanya pada dirinya sendiri. Ia juga melihat, bertebaran di atas tanah, semua yang ia campakkan, kekurangannya, bayangannya, ketakutannya.
Ia mulai menyadari bagaimana mengenali mereka, menerimanya dan mencintainya apa adanya. Ia belajar mencintai dirinya sendiri dan tidak lagi membandingkan dirinya dengan orang lain, tanpa mengadili, tanpa mencerca dirinya sendiri. Ia bertemu sang Pertapa, dan berkata "Aku belajar, bahwa membenci dan menolak sebagian dari diriku sendiri sama saja dengan mengutuk untuk tidak pernah berdamai dengan diri sendiri. Aku belajar untuk menerima diriku seutuhnya, secara total dan tanpa syarat."
"Bagus, itu adalah Pintu Pertama Kebijaksanaan" , ujar Pertapa.
"Sekarang engkau boleh kembali ke Pintu Kedua", Segera ia mencapai Pintu Kedua, yang tertulis di sisi belakangnya "TERIMALAH SESAMAMU"
"Ketika seorang mulai bertarung, maka ia mulai menjadi buta" katanya pada dirinya sendiri. Ia juga melihat, bertebaran di atas tanah, semua yang ia campakkan, kekurangannya, bayangannya, ketakutannya.
Ia mulai menyadari bagaimana mengenali mereka, menerimanya dan mencintainya apa adanya. Ia belajar mencintai dirinya sendiri dan tidak lagi membandingkan dirinya dengan orang lain, tanpa mengadili, tanpa mencerca dirinya sendiri. Ia bertemu sang Pertapa, dan berkata "Aku belajar, bahwa membenci dan menolak sebagian dari diriku sendiri sama saja dengan mengutuk untuk tidak pernah berdamai dengan diri sendiri. Aku belajar untuk menerima diriku seutuhnya, secara total dan tanpa syarat."
"Bagus, itu adalah Pintu Pertama Kebijaksanaan" , ujar Pertapa.
"Sekarang engkau boleh kembali ke Pintu Kedua", Segera ia mencapai Pintu Kedua, yang tertulis di sisi belakangnya "TERIMALAH SESAMAMU"
Ia bisa melihat orang-orang di sekitarnya, mereka yang ia suka dan cintai, serta mereka yang ia benci. Mereka yang mendukungnya, juga mereka yang melawannya.
Tetapi yang mengherankannya, ia tidak lagi bisa melihat ketidaksempurnaan mereka, kekurangan mereka. Apa yang sebelumnya membuat ia malu dan berusaha mengubahnya. Ia bertemu sang Pertapa kembali,
"Aku belajar" ujarnya "bahwa dengan berdamai dengan diriku, aku tak punya sesuatupun untuk dipersalahkan pada orang lain, tak sesuatupun yg perlu ditakutkan dari mereka. Aku belajar untuk menerima dan mencintai mereka, apa adanya".
"Itu adalah Pintu Kedua Kebijaksanaan" ujar sang Pertapa,
"Sekarang pergilah ke Pintu Pertama", dan di belakang Pintu Pertama, ia melihat tulisan "TERIMALAH DUNIA"
"Sungguh aneh" ujarnya pada dirinya sendiri
"Mengapa saya tidak melihatnya sebelumnya".
Ia melihat sekitarnya dan mengenali dunia yang sebelumnya berusaha ia taklukan dan ia ubah. Sekarang ia terpesona dengan betapa cerah dan indahnya dunia. Dengan kesempurnaannya. Tetapi, ini adalah dunia yang sama, apakah memang dunia yang berubah atau cara pandangnya?
Tetapi yang mengherankannya, ia tidak lagi bisa melihat ketidaksempurnaan mereka, kekurangan mereka. Apa yang sebelumnya membuat ia malu dan berusaha mengubahnya. Ia bertemu sang Pertapa kembali,
"Aku belajar" ujarnya "bahwa dengan berdamai dengan diriku, aku tak punya sesuatupun untuk dipersalahkan pada orang lain, tak sesuatupun yg perlu ditakutkan dari mereka. Aku belajar untuk menerima dan mencintai mereka, apa adanya".
"Itu adalah Pintu Kedua Kebijaksanaan" ujar sang Pertapa,
"Sekarang pergilah ke Pintu Pertama", dan di belakang Pintu Pertama, ia melihat tulisan "TERIMALAH DUNIA"
"Sungguh aneh" ujarnya pada dirinya sendiri
"Mengapa saya tidak melihatnya sebelumnya".
Ia melihat sekitarnya dan mengenali dunia yang sebelumnya berusaha ia taklukan dan ia ubah. Sekarang ia terpesona dengan betapa cerah dan indahnya dunia. Dengan kesempurnaannya. Tetapi, ini adalah dunia yang sama, apakah memang dunia yang berubah atau cara pandangnya?
Kembali ia bertemu dengan sang Pertapa : "Apa yang engkau pelajari sekarang ?"
"Aku belajar bahwa dunia sebenarnya adalah cermin dari jiwaku. Bahwa Jiwaku tidak melihat dunia melainkan melihat dirinya sendiri di dalam dunia. Ketika jiwaku senang, maka dunia pun menjadi tempat yang menyenangkan. Ketika jiwaku suram, maka dunia pun kelihatannya muram. Dunia sendiri tidaklah menyenangkan atau suram. Ia ada, itu saja. Bukannya dunia yang membuatku terganggu, melainkan ide yang aku lihat mengenainya. Aku belajar untuk menerimanya tanpa menghakimi, menerima seutuhnya, tanpa syarat.
"Itu Pintu Ketiga Kebijaksanaan" ujar sang Pertapa.
"Sekarang engkau berdamai dengan dirimu, sesamamu dan dunia" Sang pertapa pun menghilang. Sang pangeran merasakan aliran yang menyejukkan dari kedamaian, ketentraman, yang berlimpah merasuki dirinya. Ia merasa hening dan damai.
"Aku belajar bahwa dunia sebenarnya adalah cermin dari jiwaku. Bahwa Jiwaku tidak melihat dunia melainkan melihat dirinya sendiri di dalam dunia. Ketika jiwaku senang, maka dunia pun menjadi tempat yang menyenangkan. Ketika jiwaku suram, maka dunia pun kelihatannya muram. Dunia sendiri tidaklah menyenangkan atau suram. Ia ada, itu saja. Bukannya dunia yang membuatku terganggu, melainkan ide yang aku lihat mengenainya. Aku belajar untuk menerimanya tanpa menghakimi, menerima seutuhnya, tanpa syarat.
"Itu Pintu Ketiga Kebijaksanaan" ujar sang Pertapa.
"Sekarang engkau berdamai dengan dirimu, sesamamu dan dunia" Sang pertapa pun menghilang. Sang pangeran merasakan aliran yang menyejukkan dari kedamaian, ketentraman, yang berlimpah merasuki dirinya. Ia merasa hening dan damai.
(Artikel ini adalah cerita yang didapat dari sebuah blog, semoga bermanfaat untuk semuanya)
Jumat, 27 April 2012
~**~ Semua Menyukai Cinta ~**~
Cinta...
Ya, Cintalah yang katanya membuat kita Bahagia..
Cintalah yang Mampu membuat Airmata ini keluar dari tempat Persembunyiannya...
Cintalah yang Membuat kita Rela mengorbankan Apapun yang Kita Miliki,
Bahkan Nyawa yang ada sekalipun. . . (^_^)
tapi, Sudah Tahukah kita Cinta yang Sesungguhnya ??
Cinta yang Benar tidak Di Balut dengan Maksiat...
Cinta yang Benar tidak Di Penuhi dengan Nafsu...
Bohong, jika Kekasihmu yang Belum Halal mengungkapkan Cinta, Berkata Setia dan Sehidup semati Kecuali Dia Menikahimu,
Dan Tidak Memacarimu terlebih dahulu...
Menjaga Kesucianmu dengan Tidak Menyentuhmu sebelum Kau Resmi memliki Status yang Halal dalam Maghfirah-Nya. . .
Cinta yang Tulus itu Bersumber dari Iman yang mampu Menjaga Akhlaq dan Pikiranmu dalam Bercinta. . .
Cinta yang Ikhlas Bersumber dari Hati yang Ikhlas dengan Kerendahan & Ketulusan Hati di Imanmu, takkan Mampu & Berani Mencintai seseorang Melebihi Cinta Kepada-Nya. . .
Karna Cinta yang Mengekalkan adalah Cinta yang Dengannya Seseorang akan Semakin Dekat kepada Tuhannya...
Dan Sebenar-benarnya Cinta adalah Cinta kepada Allah dengan Segala "Konsekuensinya"...
Dan Ku Yakin , "Semua Menyukai Cinta". . . (^_^)
Mari kita Belajar Mencintai Sesuatu karena Allah...
Karena Sebab Mencintai apapun itu karena Allah, Maka Allah subhanahu wa ta'alla akan Mengumpulkannya Bersama-sama dengan Keridhaan-Nya..
Aamiin allahummaa amiin...
Kamis, 26 April 2012
Ku Punya Hati
Duhai hati...
Usah kau sesali apa yang terjadi
Usah kau pendam kesakitan yang tematri
Tenanglah hati hadapi dugaan..
Duhai hati...
Andai aku bisa ulang kembali kisah semalam
Akan kujauhi dan tidak kuingini ia menjengah
Tidak kupinta ia bertandang,mengundang benci
yang mendalam di lubuk jiwa..
Namun kuhanya insan biasa..
Yang punya hati jua sebuah perasaan
Bukan kupinta sanjungan berupa kepalsuan
Kupinta hanya ketulusan tanpa paksaan..
Duhai hati...
Pada Tuhan kuserahkan jiwa luka
Moga di suatu masa luka ini akan mereda
Hati ini tenang semula,sejernih embun pagi
Yang bisa meluntur segala duka..
Agar bisa kukembali keribaan bahagia...
Duhai hati...
Seindah harapan hati
Seindah Janji
Rabu, 25 April 2012
Kata kata Hikmah
Kita pernah "DILUKAI"
dan mungkin pernah "MELUKAI"
tapi karena itu kita BELAJAR
tentang bagaimana cara menghargai, menerima, berkorban dan memperhatikan.
Kita pernah "DIBOHONGI"
dan mungkin pernah "MEMBOHONGI"
tapi dari itu kita belajar bagaimana sakitnya rasa dibohongi
dan tentang KEJUJURAN.
Andaikan kita tidak pernah melakukan kesalahan dalam hidup ini, mungkin
kita tidak pernah belajar arti diri MEMINTA MAAF dan MEMBERI MAAF.
Setiap waktu yang telah kita habiskan dalam hidup ini, tidak akan
terulang kembali. Namun ada satu hal yang masih tetap bisa kita lakukan,
yaitu BELAJAR dari masa lalu untuk hari ESOK yang lebih baik.
Hidup adalah proses
Hidup adalah belajar
Tanpa ada batas umur
Tanpa ada kata tua.
JATUH, berdiri lagi
KALAH, mencoba lagi
GAGAL, bangkit lagi
Sampai Allah memanggil:
"Waktunya PULANG".
Salman Khan..Aktor Bollywood Favoritku


Biography / Profile
| Name | Salman Khan |
| Birth Place | Abdul Rashid Salim Salman Khan |
| Nick Name | Sallu Bhai, King Khan |
| Date of Birth | 27-12-1965 |
| Birth Place | Indore, Madhya Pradesh, India |
| Zodiac Sign | Capricorn |
| Sex | Male |
| Religion | Muslim |
| Nationality | Indian |
| Height | 5'8" |
| Weight | 73-75 kgs |
| Eye Color | Black |
| Hair color | Black |
| Father | Salim Khan |
| Mother | Salma Khan |
| Brothers |
|
| Sisters |
|
| Marital Status | Single |
| Girl Friend | Katrina Kaif |
| Ex-girl Friends | Sangeeta Bijlani,Somy Ali, Aishwarya Rai |
| School | St. Stanislaus High School in Bandra, Mumbai, |
| Profession | Film actor,Television presenter |
| Debut Movie | Biwi Ho To Aisi (1988) |
| Likes | Travel to Lon don |
| Hobbies | Exercises daily |
| Languages | Hindi, English |
| Favorite Actor | Sylvester Stallone |
| Favorite Actress | Hema Malini, Preity Zinta |
| Favorite Color | White |
| Favorite Clothes | Tight-fitting 501 jeans with a T-shirt |
| Favorite Drink | Iced tea |
| Favorite Food | Chicken Biryani |
| Favorite Perfume | Obsession |
| Address | 3 Galaxy Apartments, BJ Road, Bandra, Mumbai 400 050 |
Salman Khan's childhood,family photos
![]() |
| Salman Khan Childhood |


![]() |
| Salman father & mother |
![]() |
| Salman's family |
![]() |
| Salman Khan and Katrina kaif |
Trivia / Facts
- Salman is the son of screenwriter Salim Khan.
- His stepmother is Helen.
- Salman's sister Alvira is married to actor/director Atul Agnihotri.
- Abdul Rashid Salim Salman Khan is his birth name.
- He known as Bollywood's Bad boy, dedicated bodybuilder.
- His debut movie "Maine Pyar Kiya" as a leading role.
- Salman Khan's girl friend actress Katrina kaif.
- TV Commercials are Coca Cola ad with Sunil Shetty, Lakhani Chappal with Sangeeta Bijlani, Gwalior Shooting with Sangeeta Bijlani .
- The movie "Maine Pyar Kiya" was the biggest hit of 1989 in India.
- His latest movies are Dabangg,Tees Maar Khan, Ready.
- Up-coming movies are Bodyguard, Banda Yeh Bindaas Hai,Ek Tha Tiger.
Awards
Winner
| Year | Film | Award |
|---|---|---|
| 1990 | Maine Pyar Kiya | Filmfare Best Male Debut Award |
| 1999 | Kuch Kuch Hota Hai | Filmfare Best Supporting Actor |
Nominated
| Year | Film | Award |
|---|---|---|
| 1990 | Maine Pyar Kiya | Filmfare Best Actor Award |
| 1996 | Karan Arjun | Filmfare Best Actor |
| 1997 | Jeet | Filmfare Best Supporting Actor |
| 1999 | Pyaar Kiya To Darna Kya | Filmfare Best Actor |
| 2000 | Hum Dil De Chuke Sanam | Filmfare Best Actor |
| 2000 | Biwi No.1 | Filmfare Best Comedian AJeet ward |
| 2004 | Tere Naam | Filmfare Best Actor |
| 2004 | Baghban | Filmfare Best Supporting Actor |
| 2006 | No Entry | Filmfare Best Comedian Award |
| 2011 | Dabangg | Filmfare Best Actor |
International Indian Film Academy Awards
Nominated
| Year | Film | Award |
|---|---|---|
| 2000 | Hum Dil De Chuke Sanam | IIFA Award for Best Actor |
| 2003 | Tere Naam | IIFA Award for Best Actor |
| 2005 | Mujhse Shaadi Karogi | IIFA Award for Best Actor |
| 2008 | Partner | IIFA Award for Best Performance in a Leading Role |
| 2009 | Male | IIFA Star of the Decade |
| 2010 | Wanted | IIFA Award for Best Actor |
Filmography / Movies list
| Year | Film | Role | Director | Co-star |
|---|---|---|---|---|
| 1988 | Biwi Ho To Aisi | Vicky Bhandari | J.K. Bihari | Rekha ,Farooq Shaikh |
| 1989 | Maine Pyar Kiya | Prem Choudhary | Sooraj R. Barjatya | Bhagyashree ,Laxmikant Berde ,Alok Nath, Reema Lagoo ,Mohnish Behl |
| 1990 | Baaghi: A Rebel for Love | Saajan Sood | Deepak Shivdasani | Nagma ,Kiran Kumar, Shakti Kapoor, Mohnish Bahl ,Asha Sachdev |
| 1991 | Kurbaan | Akash Singh | Deepak Bahry | Ayesha Jhulka ,Sunil Dutt, Kabir Bedi ,Gulshan Grover ,Rohini Hattangadi |
| 1991 | Love | Prithvi | Suresh Krishna | Revathi |
| 1991 | Patthar Ke Phool | Inspector Suraj | Anant Balani | Raveena Tandon,Kiran Kumar, Reema Lagoo |
| 1991 | Saajan | Akash Varma | Lawrence D'Souza | Sanjay Dutt ,Madhuri Dixi,Laxmikant Berde, Kader Khan ,Reema Lagoo |
| 1991 | Salman Khan | Salman Khan | Saawan Kumar Tak | Chandni, Kanchan, Pran, Danny Denzongpa |
| 1992 | Ek Ladka Ek Ladki | Raja | Vijay Sadanah | Neelam Kothari, Anupam Kher |
| 1992 | Jaagruti | Jugnu | Suresh Krissna | Karisma Kapoor |
| 1992 | Nishchaiy | Rohan Yadav/Vasudev Gujral | Esmayeel Shroff | Vinod Khanna, Karisma Kapoor |
| 1992 | Suryavanshi | Vicky/Suryavanshi Vikram Singh | Rakesh Kumar | Amrita Singh, Sheeba, Saeed Jaffrey |
| 1993 | Chandra Mukhi | Raja Rai | Debaloy Dey | Sridevi, Mohnish Bahl, Gulshan Grover |
| 1993 | Dil Tera Aashiq | Vijay | Lawrence D'Souza | Madhuri Dixit, Anupam Kher |
| 1994 | Andaz Apna Apna | Prem Bhopali | Rajkumar Santoshi | Aamir Khan, RaveenaTandon, Karisma Kapoor ,Paresh Rawal, Shakti Kapoor |
| 1994 | Chaand Kaa Tukdaa | Shyam Malhotra | Saawan Kumar Tak | Sridevi ,Shatrughan Sinha, Anupam Kher |
| 1994 | Hum Aapke Hain Kaun...! | Prem Niwas | Sooraj R. Barjatya | Madhuri Dixit, Mohnish Behl, Renuka Shahane, Laxmikant Berde, Anupam Kher |
| 1994 | Sangdil Sanam | Kishan | Shomu Mukherjee | Manisha Koirala |
| 1995 | Karan Arjun | Karan Singh/Ajay | Rakesh Roshan | Shahrukh Khan, Raakhee Gulzar, Mamta Kulkarni, Kajol |
| 1995 | Veergati | JAjay | K.K. Singh | Divya Dutta, Atul Agnihotri,Pooja Dadwal |
| 1996 | Jeet | Raju | Raj Kanwar | Sunny Deol, Karisma Kapoor |
| 1996 | Khamoshi: The Musical | Raj | Sanjay Leela Bhansali | Nana Patekar, Manisha Koirala, Seema Biswas, Helen, Raghuvir Yadav |
| 1996 | Majhdhaar | Gopal | Esmayeel Shroff | Manisha Koirala ,Rahul Roy |
| 1997 | Auzaar | Inspector Suraj Prakash | Sohail Khan | Sanjay Kapoor , Shilpa Shetty |
| 1997 | Dus | Captain Jeet Sharma | Mukul S. Anand | Sanjay Dutt ,Raveena Tandon, Shilpa Shetty |
| 1997 | Judwaa | Raja/Prem Malhotra | David Dhawan | Karisma Kapoor, Rambha |
| 1998 | Bandhan | Raju | K.Muralimohana Rao | Rambha, Jackie Shroff,Ashwini Bhave |
| 1998 | Jab Pyaar Kisise Hota Hai | Suraj Dhanrajgir | Deepak Sareen | Twinkle Khanna, Johnny Lever, Anupam Kher ,Aditya Narayan |
| 1998 | Kuch Kuch Hota Hai | Aman Mehra | Karan Johar | Shahrukh Kha, Kajol, Rani Mukerji |
| 1998 | Pyaar Kiya To Darna Kya | Suraj Khanna | Sohail Khan | Kajol, Arbaaz Khan, Dharmendra, Anjala Zaveri Kiran Kuma |
| 1999 | Biwi No.1 | Prem | David Dhawan | Karisma Kapoor, Sushmita Sen, Anil Kapoor ,Tabu |
| 1999 | Hello Brother | Hero | Sohail Khan | Rani Mukerji ,Arbaaz Khan |
| 1999 | Hum Dil De Chuke Sanam | Sameer Rafillini | Sanjay Leela Bhansali | Ajay Devgan Aishwarya Rai |
| 1999 | Hum Saath-Saath Hain: We Stand United | Prem | Sooraj R. Barjatya | Karisma Kapoor ,Saif Ali Khan, Tabu ,Sonali Bendre, Neelam Kothari, Mohnish Behl |
| 1999 | Jaanam Samjha Karo | Rahul | Andaleeb Sultanpuri | Urmila Matondkar, Jaspal Bhatti, Shammi Kapoor |
| 1999 | Sirf Tum | Prem | Agathian | Sanjay Kapoor, Priya Gill, Sushmita Sen |
| 2000 | Chal Mere Bhai | Prem Oberoi | David Dhawan | Sanjay Dutt, Salman Khan, Karisma Kapoor |
| 2000 | Dulhan Hum Le Jayenge | Raja Oberoi | David Dhawan | Karisma Kapoor, Om Puri, Paresh Rawal, Anupam Kher ,Kashmira Shah, Farida Jalal ,Himani Shivpuri, Johnny Lever |
| 2000 | Kahin Pyaar Na Ho Jaaye | Prem Kapoor | K. Muralimohana Rao | Rani Mukerji ,Jackie Shroff, Pooja Batra, Raveena Tandon ,Kashmira Shah |
| 2000 | Har Dil Jo Pyar Karega | Raj/Romi | Raj Kanwar | Preity Zinta, Rani Mukerji |
| 2001 | Chori Chori Chupke Chupke | Raj Malhotra | Abbas-Mustan | Rani Mukerji, Preity Zinta |
| 2002 | Hum Tumhare Hain Sanam | Suraj | K. S. Adiyaman | Shahrukh Khan, Madhuri Dixit |
| 2002 | Tumko Na Bhool Paayenge | Veer Singh Thakur/Ali | Pankaj Parashar | Sushmita Sen, Diya Mirza ,Sharat Saxena |
| 2002 | Yeh Hai Jalwa | Raj 'Raju' Saxena/Raj Mittal | David Dhawan | Rishi Kapoor, Salman Khan, Kader Khan, Amisha Patel ,Rati Agnihotri, Rinke Khanna ,Sharad Kapoor, Kiran Kumar |
| 2003 | Baghban | Alok Raj | Ravi Chopra | B.R. Chopra ,Achala Nagar ,Satish Bhatnagar ,Ram Govind ,Shafiq Ansari |
| 2003 | Tere Naam | Radhe Mohan | Satish Kaushik | Bhumika Chawla |
| 2004 | Dil Ne Jise Apna Kahaa | Rishabh | Atul Agnihotri | Preity Zinta ,Bhoomika Chawla |
| 2004 | Garv: Pride and Honour | Inspector Arjun Ranavat | Puneet Issar | Shilpa Shetty, Arbaaz Khan,Amrish Puri |
| 2004 | Mujhse Shaadi Karogi | Sameer Malhotra | David Dhawan | Akshay Kumar, Priyanka Chopra |
| 2004 | Phir Milenge | Rohit Manchanda | Revathi | Shilpa Shetty , Abhishek Bachchan, Mita Vasisht |
| 2005 | Kyon Ki | Anand | Priyadarshan | Kareena Kapoor, Rimi Sen, Jackie Shroff ,Sunil Shetty |
| 2005 | Lucky: No Time for Love | Aditya | Radhika Rao Vinay Sapru | Sneha Ullal ,Mithun Chakraborty |
| 2005 | Maine Pyaar Kyun Kiya? | Dr. Samir Malhotra | David Dhawan | Sushmita Sen ,Katrina Kaif ,Sohail Khan, Arshad Warsi |
| 2005 | No Entry | Prem | Anees Bazmee | Anil Kapoor, Fardeen Khan, Bipasha Basu, Lara Dutta, Esha Deol ,Celina Jaitley |
| 2006 | Baabul | Avinash Kapoor | Ravi Chopra | Amitabh Bachchan, Hema Malini, Salman Khan ,Rani Mukherjee, John Abraham, Om Puri |
| 2006 | Jaan-E-Mann | Suhaan | Shirish Kunder | Akshay Kumar,Preity Zinta, Anupam Kher |
| 2006 | Saawan... The Love Season | Sameer Sam | Saawan Kumar Tak | Saloni Aswani ,Kapil Jhaveri |
| 2006 | Shaadi Karke Phas Gaya Yaar | Ayaan | K.S. Adiyaman | Shilpa Shetty |
| 2007 | Marigold: An Adventure in India | Prem | Willard Carroll | Ali Larter |
| 2007 | Partner | Prem Love Guru | David Dhawan | Govinda, Lara Dutta ,Katrina Kaif, Rajpal Yadav |
| 2007 | Saawariya | Imaan | Sanjay Leela Bhansali | Ranbir Kapoor ,Sonam Kapoor, Salman Khan ,Rani Mukerji,Zohra Sehgal |
| 2007 | Salaam-e-Ishq: A Tribute To Love | Rahul | Nikhil Advani | Anil Kapoor, Govinda ,Akshaye Khanna, John Abraham, Sohail Khan, Priyanka Chopra Juhi Chawla, Shannon Esra ,Ayesha Takia ,Vidya Balan, Ishaa Koppikar |
| 2008 | God Tussi Great Ho | Arun Prajapati | Rumi Jaffery | Priyanka Chopra, Amitabh Bachchan, Sohail Khan |
| 2008 | Hello | Cheetan Bhagat | Atul Agnihotri | Sharman Joshi ,Sohail Khan, Isha Koppikar, Gul Panag ,Amrita Arora |
| 2008 | Heroes | Balkar Singh/Jassvinder Singh | Samir Karnik | Sunny Deol ,Mithun Chakraborty, Bobby Deol, Preity Zinta, Sohail Khan, Dino Morea ,Vatsal Seth |
| 2008 | Yuvvraaj | Deven Yuvvraaj | Subhash Ghai | Boman Irani, Anil Kapoor, Zayed Khan, Katrina Kaif ,Mithun Chakraborty |
| 2009 | London Dreams | Mannu (Manjit Khosla) | Vipul Shah | Ajay Devgan Asin Thottumkal |
| 2009 | Main Aurr Mrs Khanna | Samir Khanna | Prem R. Soni | Kareena Kapoor, Sohail Khan |
| 2009 | Wanted | Radhe/Rajveer Shikhawat | Prabhu Deva | Ayesha Takia Azmi, Prakash Raj, Vinod Khanna, Mahesh Manjrekar, Govind Namdeo |
| 2010 | Dabangg | Inspector Chulbul Pandey (Robinhood Pandey) | Abhinav Singh Kashyap | Arbaaz Khan, Sonakshi Sinha, Sonu Sood ,Vinod Khanna ,Dimple Kapadia, Anupam Kher |
| 2010 | Veer | Veer | Anil Sharma | Zarine Khan, Mithun Chakraborty, Sohail Khan, Jackie Shroff |
| 2011 | Ready | Prem Kapoor | Anees Bazmee | Asin Thottumkal ,Arya Babbar, Paresh Rawal, Puneet Issar, Mahesh Manjrekar, Akhilendra Mishra |
| 2011 | Bodyguard | Lovely Singh | Siddique | Kareena Kapoor |
| 2011 | Banda Yeh Bindaas Hai | - | Ravi Chopra | Lara Dutta ,Govinda, Tabu ,Boman Irani, Rajpal Yadav |
| 2012 | Ek Tha Tiger | - | Kabir Khan | Katrina Kaif |
| 2012 | Sher Khan | - | Sohail Khan | Deepika Padukone, Katrina Kaif |
| 2012 | Dabangg | - | Abhinav Singh Kashyap | Arbaaz Khan, Sonakshi Sinha, Sonu Sood |
Selasa, 24 April 2012
Kecantikan Seorang Wanita
Allah berfirman :
"Ketika Aku menciptakan seorang wanita, ia diharuskan untuk menjadi seorang yang istimewa. Aku membuat bahunya cukup kuat untuk mengoncang dunia; namun, harus cukup lembut untuk memberikan kenyamanan " "Aku memberikannya kekuatan dari dalam untuk mampu melahirkan anak dan menerima penolakan yang seringkali datang dari anak-anaknya " "Aku memberinya kekerasan untuk membuatnya tetap tegar ketika orang-orang lain menyerah, dan mengasuh keluarganya dengan penderitaan dan kelelahan tanpa mengeluh " "Aku memberinya kepekaan untuk mencintai anak-anaknya dalam setiap keadaan, bahkan ketika anaknya bersikap sangat menyakiti hatinya " "Aku memberinya kekuatan untuk mendukung suaminya dalam kegagalannya dan melengkapi dengan tulang rusuk suaminya untuk melindungi hatinya " "Aku memberinya kebijaksanaan untuk mengetahui bahwa seorang suami yang baik takkan pernah menyakiti isterinya, tetapi kadang menguji kekuatannya dan ketetapan hatinya untuk berada disisi suaminya tanpa ragu" "Dan akhirnya, Aku memberinya air mata untuk dititiskan dan ini adalah khusus miliknya untuk digunakan bilapun ia perlukan." "Kau tahu;kecantikan seorang wanita bukanlah dari pakaian yang dikenakannya, susuk yang ia tampilkan, atau bagaimana ia menyisir rambutnya." "Kecantikan seorang wanita harus dilihat dari matanya, kerana itulah pintu hatinya.. Tempat dimana cinta itu ada." kepada kaum lelaki, supaya mereka sedar dan ingat akan kecantikan wanita mereka yang azali.. bukan pada kecantikan luaran semata-mata. Selamilah hati wanita mu.. dan ingat lah... Setiap Wanita itu Cantik.
Langganan:
Postingan (Atom)








